
Sebagian besar orang di masa kini tahu apa itu sebuah blog, sebagian kecilnya kemudian tergerak untuk membuat sebuah blog, dan sebagian lebih kecil lainnya jatuh cinta lebih dalam terhadap blog. Saya pernah membahasnya di blog pribadi saya “Blogging, Microblogging & Fast Blogging”, disana saya membedakan antara blogging, microblogging dan fastblogging.
Pada dasarnya ketiga hal tersebut sama prinsipnya, yaitu menuangkan pikiran ke dalam bentuk lain berupa tulisan dengan media internet. Jika anda sendiri adalah seorang blogger mungkin anda pernah ditanya sama seperti saya oleh teman anda “Kenapa menulis blog?” Apa yang anda katakan ke teman anda mungkin berbeda dengan jawaban saya ataupun blogger yang lain, karena memang setiap orang punya alasan sendiri untuk menulis sebuah blog ataupun tidak.
Sebagian orang menjawab karena saya ingin mencoba mendapatkan penghasilan dari menulis blog (blog for income), saya ingin memasarkan produk/jasa saya melalui blog (blog for marketing), saya ingin mengekspresikan pemikiran saya melalui blog (blog for personal expression), saya ingin memberitahu orang lain bahwa saya seperti apa (blog for personal branding), saya ingin menumpahkan kekesalan saya (blog for stress release), saya ingin membagi ilmu/karya/pengalaman saya ke orang lain (blog for sharing), saya ingin mencari orang-orang yang menyukai hobby/kegiatan yang sama dengan saya (blog for community) dan mungkin masih banyak beberapa alasan lainnya.
Saya ingin sharing pendapat saya mengenai alasan kenapa saya menulis sebuah blog, saya bukan blog addict, saya juga bukan pro blogger, saya mungkin sama seperti sebagian besar orang yang menulis blog jika mood sedang bagus (atau mungkin ketika mood tidak bagus dan ingin me-release stress), ketika saya ada waktu, ketika saya tidak bisa tidur, ketika saya diperjalanan jauh dan tidak ingin menghabiskan waktu dengan sia-sia, ketika saya dirumah sendirian, dan lainnya.
Tujuan saya menulis blog mengalami beberapa peralihan, dari awalnya mengenal internet dan membuat website pribadi (dulu di geocities & joomla, sekarang sudah tidak ada) saya menulis blog untuk personal expression, kemudian saya berpikir memanfaatkan blog untuk personal branding juga sampai akhirnya saya menemukan satu alasan lagi yang saya temukan justru ketika orang lain menanyakan hal diatas kepada saya.
Saya menulis blog juga untuk kepentingan diri saya sendiri. Coba bayangkan ketika anda berusia 80 tahun nanti (saya berharap kita masih hidup, sehat dan bahagia) kemudian anda menemukan tulisan blog anda kemudian anda membacanya… saya pikirkan dan rasakan momen tersebut akan sangat menyenangkan… anda akan diajak flash back mengingat kembali masa-masa anda muda dulu, anda akan terlibat secara emosi kembali ketika anda membaca blog anda… ya benar secara emosi karena biasanya ketika anda menulis, anda menuangkan pikiran anda, anda akan terlibat lebih dalam secara emosi… Ketika anda marah, anda akan menuliskannya dengan perasaan marah dan bisa saja dengan menggebu-gebu melampiaskannya kedalam tulisan anda… ketika anda sedih, anda mungkin menulisnya sambil menangis dan penuh harap akan ada orang lain yang mengerti anda diluar sana… atau ketika anda sedang begitu bahagianya, anda ingin memberitahukan kepada dunia “Hey I’m the happiest man in the world now!”… dan masih banyak lagi emosi-emosi lainnya…
Anda bisa saja flash back ke masa lalu dengan sebuah gambar di foto atau gambar bergerak di video… tetapi tetap ada perbedaan ketika anda menuangkan pikiran dalam tuisan dengan beberapa media tersebut… mungkin jika anda menulis sebuah diary fenomena yang akan anda rasakan akan sama… hanya saja mungkin anda harus membawa diary anda kemanapun anda pergi, sedangkan blog anda bisa menuliskannya di belahan dunia manapun selama anda bisa terhubung dengan internet.
Jadi sudah tahukah alasan anda kenapa menulis sebuah blog?

0 bacod !:
Posting Komentar